Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Pemprov Kepri Bentuk Dewan Kebudayaan, Strategi Hadapi Ancaman Globalisasi

20 April 2026
Gema P Gema P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM, HMStimes – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau membentuk Dewan Kebudayaan sebagai upaya memperkuat pelindungan budaya Melayu di tengah tekanan globalisasi dan modernisasi yang dinilai kian menggerus nilai-nilai lokal.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, derasnya arus globalisasi menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan budaya Melayu sebagai identitas utama masyarakat di wilayah tersebut.

“Sebagai Suku Melayu, kita dihadapkan pada tantangan besar, terutama derasnya arus globalisasi yang dapat mengikis nilai-nilai pelestarian kebudayaan di Negeri Segantang Lada,” kata Ansar, Minggu (19/4/2026).

Ansar menjelaskan, Kepri merupakan salah satu pusat penting rumpun Melayu di Indonesia. Dari total 2,27 juta jiwa penduduk, sekitar 29,97 persen atau setara 680.885 jiwa merupakan masyarakat Melayu.

Berita Lain

Empat Bintara Polda Kepri Resmi Tersangka, Proses Pidana Berjalan

20 April 2026, Kualitas Udara Batam Paling Bersih di Indonesia

Mobil Lepas Kendali Tabrak Kerumunan Warga di Karimun

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

Untuk memperkuat pelindungan budaya, pemerintah daerah telah membentuk Dewan Kebudayaan Provinsi Kepri melalui Keputusan Gubernur Nomor 1305 Tahun 2025. Lembaga ini diharapkan menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan kebudayaan.

“Dewan ini melibatkan akademisi, seniman, dan budayawan untuk memberikan rekomendasi serta mengawal program pelindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menekankan pentingnya pemajuan kebudayaan melalui berbagai objek, seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, hingga olahraga tradisional.

Menurut Ansar, objek-objek tersebut mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakat, termasuk nilai-nilai budaya Melayu yang sarat dengan adab, budi pekerti, serta tradisi maritim.

“Budaya Melayu harus terus dijaga dan diwariskan agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” tutupnya.

Berita Lain

Aparat kepolisian bersama polisi kehutanan melakukan patroli dan peninjauan langsung ke habitat bunga langka Rafflesia hasseltii di Anambas (Dok: Polsek Siantan)

Rafflesia Hasseltii Mekar di Anambas, Polisi dan Polhut Lakukan Pengawasan

20 April 2026
Pemandangan Kota Batam dengan latar belakang icon Welcome to Batam (Foto: Putra Gema Pamungkas)

20 April 2026, Kualitas Udara Batam Paling Bersih di Indonesia

20 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS