Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Konferensi pers penindakan ekspor 190 kilogram emas dan perhiasan, Selasa, 28 April 2026. (Foto: Ist./ CNBC Indonesia).

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

29 April 2026
Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggagalkan penyelundupan 190 kilogram emas atau setara dengan Rp502 miliar di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Senin, 27 April 2026.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan rincian barang bukti berupa 60,3 kg perhiasan dan 130,262 kg koin emas, serta selamatkan negara dari potensi kerugian Rp41 miliar.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Djaka Budhi Utama mengungkapkan, operasi penggagalan penyelundupan emas ini adalah bagian dari upaya menjaga penerimaan negara. Operasi ini bisa berjalan dengan sinergi lintas instansi dan berdasarkan informasi dari masyarakat.

Informasi awal yang diterima DJBC mengungkapkan bahwa ada pesawat carter yang biasa digunakan untuk mengirim emas secara ilegal atau tanpa dilengkapi dokumen ekspor.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

“Atas informasi tersebut petugas melakukan langkah-langkah pemeriksaan sehingga kita bisa menggagalkan upaya penyelundupan emas sebanyak 190 kg, kalau dirupiahkan sekitar Rp 500 miliar,” ujar Djaka dilansir cnbcindonesia.com Selasa, 28 April 2026.

Dari hasil penindakan, Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Priyono Triatmojo menyatakan, penindakan tersebut berawal dari informasi adanya rencana pengiriman enam koli paket berisi gold jewelleries dan gold coins yang diduga tidak diberitahukan dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

“Barang tersebut rencananya akan diangkut menggunakan pesawat carter dengan nomor registrasi N117LR yang dijadwalkan tinggal landas pada pukul 14.30 WIB,” ujar Priyono Triatmojo.

Dari hasil pemeriksaan mendalam, petugas menemukan enam koli perhiasan emas berbentuk gelang sebanyak 611 buah dengan berat total 60,3 kg senilai US$8.94 juta dan koin emas sebanyak 2.971 buah dengan berat total 130,262 kg senilai US$19.40 juta. Total nilai seluruh barang ialah US$28.34 juta atau setara dengan Rp502 miliar.

DJBC dan pihak kepolisian pun mengamankan empat pihak yang terkait dalam perkara ini yakni HH, AH, HG, serta seorang warga negara asing asal India berinisial PP. (*)

Berita Lain

Barang bukti 2,6 ton methamphetamine (sabu cair) salah satu jenis narkoba di perlihatkan dalam konperensi pers di Dermaga Tanjung Uncang, Batam Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Ist./ dok.TNI AL).

2,6 Ton ‘Methamphetamine’ Gagal Diselundupkan di Laut Kepri

22 Agustus 2026
Foto ilustrasi dua tahanan Polri dengan tangan diborgol. (Foto: Ist./ detik.com)

Bareskrim Bongkar Penyelundupan Emas Ilegal ke Dubai, 2 WN India Ditangkap

17 Agustus 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS