BATAM, HMStimes – Operasional keberangkatan jamaah haji di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dipastikan kembali berjalan normal setelah adanya kendala teknis pada pesawat Saudia Airlines jenis Boeing 777-300 ER. Pengelola bandara menegaskan gangguan tersebut tidak berdampak terhadap jadwal kloter haji berikutnya.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius mengatakan, informasi yang beredar mengenai pendaratan darurat pesawat Saudia Airlines di Bandara Hang Nadim tidak tepat. Menurut dia, kendala teknis terjadi ketika pesawat masih berada di apron, bukan saat mengudara.
“Kendala teknis memang terjadi pada pesawat Saudia Airlines, namun posisi pesawat masih berada di apron. Jadi, isu mengenai pendaratan darurat tidak benar,” kata Anton, Rabu (29/4/2026).
Anton menjelaskan, insiden tersebut sempat menyebabkan penyesuaian jadwal keberangkatan jamaah haji kloter 5 Embarkasi Batam. Jadwal awal yang direncanakan pada 27 April 2026 Pukul 07.40 WIB diubah menjadi 28 April 2026.
Meski mengalami penundaan, seluruh jamaah haji kloter 5 yang berjumlah 440 orang berhasil diberangkatkan menuju Madinah pada 28 April 2026 Pukul 15.09 WIB.
“Seluruh jamaah telah diberangkatkan dengan aman, nyaman, dan selamat,” ujarnya.
Ia memastikan, secara operasional gangguan tersebut tidak menghambat keberangkatan kloter haji lainnya. Pihak bandara bersama maskapai dan instansi terkait disebut telah melakukan mitigasi untuk meminimalkan dampak keterlambatan.
Menurut Anton, koordinasi dilakukan secara cepat guna menjaga kelancaran pelayanan embarkasi haji di Bandara Hang Nadim, yang menjadi salah satu pintu keberangkatan jamaah dari wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya.
“Kami memastikan operasional keberangkatan haji sudah kembali normal. Fokus kami sekarang adalah memastikan seluruh layanan berjalan prima dan mengantisipasi kendala teknis serupa agar tidak terulang,” tutupnya.



