Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
KH Said Aqil Siradj (kanan) saat berbincang dengan wartawan di Surabaya. (Foto: Ist./CNN Indonesia).

KH Said Aqil Siradj Pastikan Tak Maju jadi Calon Ketum PBNU

19 Mei 2026
Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – KH Said Aqil Siradj memastikan tak akan maju menjadi Calon Ketua Umum (Ketum), maupun Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar NU ke-35 Agustus 2026.

Saat ditanya soal ambisinya kembali memimpin organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia, ia dengan tegas membantahnya.

“Saya enggak akan maju, siapa yang bilang [mau maju]? Enggak, enggak akan maju, enggak ,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 18 Mei 2026 dikutip cnnindonesia.com.

Ia juga tegas menampik isu yang menyebut dirinya akan mencalonkan kembali. Pasalnya kata Said, usianya sudah tak lagi ideal untuk memimpin struktural tanfidziyah PBNU.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Said Aqil Siradj yang sudah pernah menjadi Ketum PBNU selama dua periode (2010-2021) ini, mengaku ingin adanya regenerasi dalam organisasinya.

“Itu katanya. Saya enggak akan maju. Iya. Sudah tua, sudah tua saya sudah tua. 73 umur saya. Jadi, 73 tinggal gantian lah, regenerasi yang lebih cerdas,” ucapnya.

Tolak Rais Aam

Ia juga menolak bila ditunjuk atau dicalonkan sebagai Rais Aam.

Menurutnya penampilannya selama ini belum identik dengan para pemegang jabatan pemimpin tertinggi struktur Syuriyah PBNU pendahulu, yang selalu memakai sorban di kepala.

“Ya, sama aja. Artinya saya belum pantas jadi Rais Aam. Orang itu harus kiai pakai udeng-udeng. Lah saya kan enggak pernah pakai udeng-udeng (sorban),” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Saifullah Yusuf memastikan gelaran Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan Agustus 2026. Namun lokasi kota atau wilayah pelaksanaannya belum ditentukan.

Sekjen yang akrab disapa Gus Ipul ini menyatakan, saat ini ada sejumlah alternatif lokasi yang sedang dipertimbangkan.

Banyaknya pengurus wilayah yang mengajukan diri menjadi tempat penyelenggaraan muktamar, membuat PBNU harus melakukan proses kurasi sebelum memutuskan.

“Ah, belum diputuskan kalau [lokasi muktamar] itu. Tunggu aja, banyak alternatif, banyak juga yang meminta kesediaan menjadi tuan rumah,” kata Gus Ipul yang juga Menteri Sosial di sela meninjau proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Minggu, 3 Mei 2026.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini mengatakan, sejumlah opsi tempat pelaksanaan muktamar ini akan dibahas dan diputuskan pimpinan tertinggi PBNU yakni Rais Aam dan Ketua Umum. (*)

Berita Lain

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) demisioner, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Foto: Ist./ Kompas.com).

Gus Ipul Kecam Pernyataan Cak Imin PBNU Terpuruk

3 September 2026
KH Abdul Hakim Mahfudz, akrab disapa Gus Kikin, terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031 dengan 472 suara. Ia berkomitmen memperkuat Qanun Asasi NU. (Foto: Ist./ detikJatim).

Gus Kikin Terpilih Ketum PBNU 2026-2031

1 September 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS