BATAM, HMStimes – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam kembali mengalami penyesuaian pada, Kamis (11/6/2026). Kenaikan tercatat pada produk Pertamax, sementara sejumlah jenis BBM lainnya bertahan pada level sebelumnya.
Berdasarkan pembaruan harga resmi yang tercantum pada aplikasi dan layanan MyPertamina, Pertamax (RON 92) kini dijual Rp15.500 per liter. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan periode penyesuaian sebelumnya dan menjadi salah satu perubahan yang paling terasa bagi pengguna BBM nonsubsidi di Batam.
Selain Pertamax, Pertamax Turbo (RON 98) tercatat berada pada harga Rp19.700 per liter. Untuk kelompok BBM diesel, Pertamina Dex (CN 53) dipasarkan Rp23.550 per liter, sedangkan Dexlite (CN 51) dibanderol Rp21.850 per liter.
Di sisi lain, harga BBM bersubsidi belum mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar bertahan pada harga Rp6.800 per liter.
Jika dibandingkan dengan pembaruan harga pada awal Juni 2026, dinamika harga masih terlihat pada kelompok BBM nonsubsidi. Pada penyesuaian sebelumnya, Dexlite turun dari Rp24.700 menjadi Rp21.850 per liter atau terkoreksi Rp2.850 per liter. Pertamina Dex juga mengalami penurunan dari Rp26.500 menjadi Rp23.550 per liter.
Sementara itu, Pertamax Turbo sempat mengalami kenaikan dari Rp18.900 menjadi Rp19.700 per liter dan kini masih bertahan di level tersebut. Adapun Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga dalam beberapa periode penyesuaian terakhir.
Pergerakan harga ini menunjukkan BBM nonsubsidi di Batam masih mengikuti mekanisme penyesuaian harga yang mempertimbangkan kondisi pasar dan kebijakan energi, sedangkan BBM subsidi tetap dijaga stabil untuk menjaga daya beli masyarakat.



