Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
BEM Persatuan Indonesia bergerak menuju area Patung Kuda kawasan Monas Jakarta pada Sabtu 20 Juni 2026 untuk menggelar unjuk rasa (Foto: Ist / SindoNews).

BEM Persatuan Indonesia: Tata Kelola Pemerintahan Perlu Koreksi Mendalam

21 Juni 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Ratusan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Persatuan Indonesia, Sabtu, 20 Juni 2026 menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Unjuk rasa bertajuk “Mimbar Mahasiswa: Bangkit Berdialog, Tolak Provokasi, Selamatkan Demokrasi” tersebut, digelar sebagai respons atas kondisi demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang dinilai memerlukan koreksi mendalam.

Kendati demikian, mereka memilih pendekatan lewat jalan intelektual ketimbang konfrontasi jalanan.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian oleh para Ketua BEM, massa aksi menyoroti tiga isu krusial yang sedang dihadapi bangsa, yakni maraknya praktik korupsi di sejumlah lembaga negara; meningkatnya penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan; serta pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya transparan dan akuntabel.

Bukan Pasif

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana menegaskan, pilihan sikap ini bukan berarti mahasiswa tinggal diam atau bersikap pasif terhadap persoalan bangsa. “Langkah ini justru diambil atas kesadaran bahwa perubahan yang substantif dan berdampak panjang, lahir dari adu argumen yang kuat, bukan sekadar dari kegaduhan di ruang publik.
“Kami hadir untuk meluruskan, bukan memusuhi; mengingatkan, bukan menjatuhkan,” tegasnya dikutip SindoNews.

BEM Persatuan Indonesia secara eksplisit menyatakan, gerakan mereka bukan dalam rangka memusuhi pemerintah.

Dalam pernyataan yang dibacakan di lokasi, mereka menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk koreksi demokratis dari generasi muda, yang menginginkan perbaikan tata kelola negara, bukan delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.

Dukung MBG

Sikap akomodatif tersebut tercermin jelas dari pandangan mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu agenda prioritas pemerintah yang belakangan menuai kritik tajam.

Berbeda dengan kelompok yang menuntut penghentian total, BEM Persatuan Indonesia menyatakan dukungannya agar program MBG tetap dilanjutkan.

Menurut mereka, pemenuhan gizi masyarakat merupakan fondasi penting dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. (*)

Berita Lain

Massa demonstran di lokasi depan Gedung DPR - MPR Senayan, Jakarta pada Jumat, 1 Maret 2024. (Foto: Ist./CNN Indonesia).

Polisi Bebaskan Dua Massa Demonstran Beda Tuntutan Orasi Di Senayan

2 Maret 2024

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS