BATAM, HMStimes – Sebuah kapal tongkang bermuatan batu granit olahan terbalik di perairan Batuampar, Kota Batam, Kamis (26/6/2026), setelah mengalami kebocoran pada lambung kapal. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menyatakan kecelakaan laut itu diduga dipicu kebocoran pada lambung kapal yang menyebabkan tongkang kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Kepala Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) KSOP Khusus Batam, Yuzirwan Nasution mengatakan, tongkang tersebut sedang berlayar dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura dengan mengangkut batu granit olahan atau dimension stone.
Di tengah pelayaran, awak kapal mendapati lambung tongkang mengalami kebocoran. Air yang masuk membuat kapal perlahan miring sehingga nahkoda mengambil langkah darurat dengan mengubah haluan menuju Batam.
“Benar, kapal mengalami kebocoran sehingga miring dan akhirnya terbalik. Kapal itu berlayar dari Tanjung Balai Karimun menuju Singapura,” kata Yuzirwan, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, rencana awal nahkoda adalah membawa tongkang ke Batam untuk mengurangi muatan agar keseimbangan kapal dapat dipulihkan. Namun, sebelum proses pembongkaran dilakukan, kondisi kapal terus memburuk hingga akhirnya terbalik.
“Karena kapal sudah miring, rencananya dibawa ke Batam untuk membongkar muatan. Namun sebelum proses itu dilakukan, kapal lebih dulu terbalik,” ujarnya.
Yuzirwan juga meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa tongkang tersebut ditolak memasuki perairan Singapura akibat mengalami kebocoran. Menurut dia, informasi tersebut tidak benar “Tidak ada ditolak,” katanya.
KSOP memastikan seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sehingga insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Setelah kejadian, tongkang dievakuasi dan ditarik menuju galangan untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, KSOP Khusus Batam masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebocoran pada lambung kapal.
“Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar evaluasi terhadap aspek keselamatan pelayaran, termasuk kondisi teknis kapal sebelum dioperasikan,” tutupnya.
KSOP juga mengimbau seluruh operator kapal agar memastikan kelaikan armada sebelum berlayar, terutama bagi kapal yang mengangkut muatan berat. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi lambung dan sistem keselamatan dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut.



