LHOKSEUMAWE, HMStimes – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Generasi Emas Indonesia (GESID) Halal Center Lhokseumawe dan RRI Lhokseumawe menggelar Seminar Halal Food & Tourism bertema Peluang dan Tantangan dalam Pengembangan Ekosistem Halal Berkelanjutan di Aula RRI Lhokseumawe.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk sembilan anggota kelompok UMKM binaan program tanggung jawab sosial Pertamina Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe. Seminar ini menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem halal di daerah.
Ketua Umum GESID Halal Center Lhokseumawe, Maimun Saleh mengatakan, pengembangan ekosistem halal membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar pelaku usaha tidak hanya memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih baik.
“Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Melalui sinergi tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga semakin kompetitif sehingga mampu berkembang dan bersaing di tingkat regional maupun nasional,”kata Maimun, Rabu (1/7/2026).
Sementara itu, Supervisor HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Lhokseumawe, Arnoldus Setyawan mengatakan, penguatan ekosistem halal merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal.
Menurut dia, penerapan standar halal dapat menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, kami berharap tercipta ekosistem yang saling mendukung sehingga produk-produk lokal mampu berkembang secara berkelanjutan,” kata Arnoldus.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Kepala RRI Lhokseumawe memaparkan peran media dalam mendukung pengembangan wisata halal, sedangkan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota Lhokseumawe menjelaskan potensi produk lokal, ketahanan pangan, serta keberlanjutan produk halal.
Selain itu, Kementerian Agama Kota Lhokseumawe menyampaikan materi mengenai sertifikasi halal, sementara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM memaparkan strategi penguatan industri serta pengembangan UMKM halal yang berdaya saing.
Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan sertifikat halal kepada salah satu pelaku UMKM lokal. Penyerahan tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus mendorong pelaku usaha lain untuk meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar halal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Pengembangan ekosistem halal merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Kami meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat daya saing UMKM sehingga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Fahrougi.
Melalui kolaborasi tersebut, Pertamina berharap penerapan standar halal semakin luas di kalangan UMKM sekaligus memperkuat jejaring kerja sama lintas sektor dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan di Kota Lhokseumawe. Program itu juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam aspek pertumbuhan ekonomi, penguatan industri, pembangunan kota berkelanjutan, dan kemitraan multipihak.



