Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Pembudi daya ikan di Danau Batur Kabupaten Bangli Provinsi Bali. (Foto: Ist./ cnnindonesia.com).

25 Ton Ikan Budidaya Mati Akibat Fenomena Letupan Belerang di Danau Batur – Bali

24 Juli 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Sebanyak 25 ton ikan budidaya mati akibat fenomena letupan belerang yang terjadi di Danau Batur, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Bangli, I Wayan Agus Wirawan mengatakan, fenomena itu mulai terjadi Senin, 20 Juli 2026 sekitar pukul 03.30 WITA.

“Itu yang baru tercatat ada 25 ton ikan mati. Kalau total secara keseluruhan hingga saat ini jumlah ikan yang mati itu kami belum berani memastikan,” katanya saat dikonfirmasi Kamis, 23 Juli 2026 dikutip cnnindonesia.com.

Dikatakan, fenomena letupan belerang itu, terjadi di bawah danau dan saat ini mulai bergeser.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Menurutnya, fenomena itu bukan hal baru di Danau Batur. Letupan belerang atau proses upwelling kerap terjadi pada periode tertentu, terutama sekitar Juli hingga Agustus.

“Hampir setiap tahun. Tapi belum tentu setiap tahun juga. Di tahun 2022, 2023 itu itu tidak ada letupan belerang itu. Tapi mulai tahun 2024, 2025, dan 2026 sekarang ada lagi,” imbuhnya.

Gas Naik

Letupan belerang memicu naiknya gas dan sedimen dari dasar danau ke permukaan.
Kandungannya ada H2S, nitrat, nitrit yang menyebabkan pengikatan unsur oksigen di air sehingga kadar oksigen menurun.

Kemudian, kondisi itu menyebabkan kadar oksigen di air menurun drastis sehingga ikan mengalami stres dan mati massal.

Dari laporan yang sudah diterima pihaknya, Wayan Agus mengatakan kematian ikan ternak dilaporkan terjadi di wilayah Dusun Dukuh.

Total ikan nila yang mati mencapai sekitar 25 ton. Namun, sebagian ikan yang baru mati masih dapat dimanfaatkan sehingga tidak seluruhnya menjadi kerugian total bagi pembudidaya.

“Ikan yang mati itu langsung dikirim ke pabrik untuk diolah. Kondisinya masih bagus dan belum busuk, sehingga masih ada nilai ekonominya,” ujarnya.

Ia menyampaikan, para pembudidaya ikan di Danau Batur umumnya sudah memahami pola kemunculan fenomena tersebut.
“Teman-teman pembudidaya sudah sangat paham. Biasanya pada bulan-bulan seperti ini mereka menghindari penebaran benih dan memanen lebih awal,” ujarnya. (*)

Berita Lain

Kondisi air di waduk Nongsa. (Foto: Humas BP).

Siapkan Ketahanan Air, BP Batam Buka Peluang Kerja Sama Kemitraan

16 Oktober 2026
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano

⁠BP Batam Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Potensi Kemarau Panjang

18 Mei 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS