JAKARTA, HMStimes – Maskspai penerbangan nasional Garuda Indonesia memperpanjang dominasinya sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia. Selama empat bulan berturut-turut, maskapai nasional tersebut menempati peringkat pertama dalam laporan ketepatan waktu penerbangan global yang dirilis OAG Flightview.
Pada laporan periode Juni 2026, Garuda Indonesia mencatat on-time performance (OTP) sebesar 97,13 persen dari total 6.283 penerbangan yang dioperasikan. Tingkat pembatalan penerbangannya juga rendah, yakni hanya 0,72 persen.
Pemeringkatan OAG Flightview mencakup maskapai yang mengoperasikan sedikitnya 1.500 penerbangan selama periode penilaian, dikutip cna.id.
Capaian tersebut memperpanjang rekor Garuda Indonesia sebagai maskapai paling tepat waktu di dunia sejak Maret hingga Juni 2026.
Garuda Indonesia mengungguli Fuji Dream Airlines yang berada di posisi kedua. Sementara peringkat ketiga ditempati FlySafair dari Afrika Selatan dengan OTP sebesar 93,18 persen.
Selisih tingkat ketepatan waktu Garuda Indonesia dengan Fuji Dream Airlines mencapai 3,84 poin persentase.
Philippine AirAsia dan Saudi Arabian Airlines melengkapi lima besar.
Citilink Kompetitif
Anak usaha Garuda Indonesia, Citilink, juga mencatat performa yang kompetitif dengan OTP sebesar 89,98 persen dan tingkat pembatalan 1,12 persen.
Citilink hanya terpaut 0,14 poin persentase dari Jeju Air asal Korea Selatan yang berada di peringkat ke-10 dengan OTP 90,12 persen.
Sebelumnya, Citilink juga dinobatkan sebagai maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara pada Februari 2026.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan pengakuan internasional tersebut bukan sekadar mencerminkan tingginya ketepatan waktu penerbangan, tetapi juga menjadi validasi atas transformasi operasional yang dijalankan perusahaan secara berkelanjutan.
“Ketepatan waktu merupakan hasil dari rangkaian proses operasional yang saling terhubung, mulai dari kesiapan armada dan kru, efektivitas penanganan penumpang, disiplin waktu pelayanan di darat, hingga kecepatan koordinasi dalam mengantisipasi dinamika operasional. Karena itu, konsistensi capaian ini menjadi indikator penting bahwa penguatan fundamental operasional yang kami jalankan terus bergerak ke arah yang tepat,” kata Glenny.
Transformasi Garuda
Menurut dia, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi Garuda Indonesia menuju maskapai yang semakin kompetitif, berkelanjutan, dan andal.
Untuk menjaga konsistensi ketepatan waktu, Garuda Indonesia menerapkan berbagai strategi operasional sejak penerbangan pertama setiap hari.
Salah satu fokus utamanya adalah memastikan first departure berlangsung sesuai jadwal, agar rotasi penerbangan berikutnya tetap stabil dan risiko keterlambatan berantai dapat ditekan.
Strategi tersebut didukung melalui optimalisasi proses aircraft turnaround, pengendalian ground time performance, peningkatan disiplin pada setiap tahapan operasional, serta penguatan koordinasi dalam proses passenger handling dan boarding.
Seluruh tahapan operasional dipantau secara intensif sehingga setiap potensi kendala dapat dideteksi lebih awal dan ditangani sebelum memengaruhi jadwal penerbangan. (*)



