JAKARTA, HMStimes – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengambil langkah cepat dengan menyiagakan 20 unit kendaraan ambulans di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura Jawa Timur. Langkah antisipatif ini dilakukan guna membantu dan mempercepat evakuasi medis korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa-2 yang terjadi di perairan Sumenep pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Penyiagaan puluhan armada ambulans tersebut difokuskan untuk memastikan para penumpang kapal yang dievakuasi menuju wilayah Sumenep bisa langsung mendapatkan perawatan medis secara cepat dan terpadu.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, bahwa kesiapan armada ambulans ini sangat krusial agar proses penanganan medis terhadap para korban tidak mengalami kendala saat kapal evakuasi bersandar.
“Jadi, dengan adanya kesiapan ini, jika ada penumpang kapal yang dibawa ke Sumenep, bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” kata Bupati Fauzi di Sumenep, Minggu, 2 Agustus 202) malam dilansir kompas.id.
Selain menyiagakan ambulans, Pemkab Sumenep juga meningkatkan sinergi dan koordinasi lintas instansi. Pemerintah daerah terus berkomunikasi aktif dengan otoritas pelabuhan, aparat keamanan, hingga unsur penanggulangan bencana demi menjamin kelancaran evakuasi serta pelayanan kesehatan di lapangan.
Langkah respons cepat penyiagaan ambulans ini menyusul insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa-2 saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 08.25 WIB.
Operasi Penyelamatan
Peristiwa tersebut memicu operasi penyelamatan besar-besaran di perairan utara Kabupaten Sumenep. Hingga Minggu pukul 18.00 WIB, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 232 orang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Dari total 232 korban yang dievakuasi tersebut, sebanyak 227 penumpang dinyatakan selamat, sementara lima orang dilaporkan meninggal dunia.
Untuk memaksimalkan pencarian korban, Basarnas mengerahkan sejumlah unsur SAR, di antaranya KN SAR 249 Permadi, RIB Sumenep, dan KRI Nala 363, serta melibatkan kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi insiden.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sumenep turut merilis pembaruan data resmi terkait manifes dan hasil evakuasi korban kebakaran kapal tersebut.
Plt. Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan mengungkapkan bahwa berdasarkan dokumen manifes resmi, KMP Mutiara Sentosa-2 rute Surabaya–Makassar tersebut secara keseluruhan mengangkut sebanyak 271 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 232 orang penumpang, 26 orang Anak Buah Kapal (ABK), serta 13 orang ABK tambahan.
“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran, pendataan, dan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan. Data ini masih bersifat dinamis dan terus kami perbarui sesuai perkembangan operasi SAR di lapangan,” ujar Ipda Ardan, Minggu, 2 Agustus 2026.
Evakuasi Bertahap
Proses evakuasi ratusan korban dilakukan secara bertahap memanfaatkan kapal-kapal niaga serta kapal tunda (tugboat) yang melintas di sekitar titik lokasi kebakaran.
Berdasarkan data operasional sementara, berikut rincian penanganan evakuasi oleh kapal-kapal penolong:
- KM Meratus Pematang Siantar: Mengevakuasi 109 orang selamat dan 2 korban meninggal dunia;
- TB Hasnur- 26: Mengevakuasi 65 orang selamat dan 1 korban meninggal dunia;
- Transko Arafura: Mengevakuasi 17 orang selamat;
- KM Meratus Project-3: Mengevakuasi 13 orang selamat dan 1 korban meninggal dunia;
- Prakarsa Mas: Mengevakuasi 7 orang selamat.
- SC Aila 17: Mengevakuasi 7 orang selamat;
- Selaras Emas: Mengevakuasi 7 orang selamat;
- Aicon Daniel: Mengevakuasi 1 korban meninggal dunia.
- Perluas Penyisiran*
Adanya selisih antara jumlah manifes awal (271 orang) dengan total korban yang telah dievakuasi hingga Minggu sore, membuat tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, dan TNI AL fokus memperluas radius penyisiran.
Fokus operasi pencarian saat ini diarahkan ke area perairan utara Pulau Sapudi dan sekitarnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada keluarga korban untuk terus memantau dan berkoordinasi dengan posko informasi resmi yang telah dibuka di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maupun Pelabuhan Kalianget Sumenep untuk mendapatkan validasi data penumpang yang akurat. (*)



