Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito (kanan) didampingi pejabat lama Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK.(Foto: Ist./ KOMPAS.com).

Defisit Rp2 Triliun per Bulan, BPJS Masih Tunggu Suntikan Dana

4 Agustus 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, masih menghadapi tantangan besar dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kurang lebih, BPJS masih menanggung defisit hingga Rp2 triliun per bulan.

“Dalam satu hari kami memberikan pelayanan itu 2 juta, transaksi kesehatan sebesar Rp500 miliar, sebulan Rp16 triliun dan kami mengumpulkan iuran hanya sebesar Rp14 triliun, (jadi) Rp2 triliun kami defisit,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S. di Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2026 dilansir detik.com.

Tidak Aktif

Ia menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 54 juta peserta BPJS Kesehatan yang tercatat tidak aktif akibat menunggak iuran, memicu tekanan dan potensi defisit keuangan.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

“Peserta saat ini sudah 285 juta jiwa lebih. Tetapi, ini di angka 98,8 persen, masih ada yang tidak aktif sebesar 54 juta jiwa sampai hari ini, kami sering laporkan,” kata Pujo.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa BPJS Kesehatan akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp20 triliun yang bersumber dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan.

Babak Baru

Suntikan dana sebesar Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan itu dikabarkan telah memasuki babak baru. Peraturan Pemerintah (PP) yang sebelumnya dikirim ke Sekretariat Negara sudah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah ditandatangani presiden,” kata Pujo.

Terkait pencairan dana, ia mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu keputusan dari Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

“Kami nunggu pak Menteri Keuangan, kan ada itu alokasinya. Pak Menteri Keuangan mengeluarkan Permenkeu, baru itu bisa mengalir,” katanya.

Tambahan dana Rp20 triliun dari pemerintah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (*)

Berita Lain

Salah satu kantor pelayanan BPJS. (Foto: Ist./Dok BPJS).

Menkes: Disiapkan Skema Baru Tarif Iuran BPJS Kesehatan

30 Agustus 2026
Seorang perempuan di kantor BPJS Kesehatan. (Foto: Ist./Wisma Putra).

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Viral Iuran Terbaru Mulai Mei

30 Mei 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS