Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Presiden Prabowo Subianto (berpeci) saat meresmikan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk – Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. (Foto: Ist./ detikcom).

‘Launching’ dan ‘Groundbreaking’ Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk Bali

26 Agustus 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp), merupakan strategi pemerintah untuk lebih mendorong kemandirian energi nasional.

“Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Bahlil dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026 dikutip dari Antara.

Menurutnya, sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya.

Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Program PLTS 100 GWp juga diarahkan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan.

Hemat APBN

Menteri ESDM juga melaporkan, pemanfaatan energi surya melalui program ini berpotensi memberikan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp73 triliun per tahun, karena biaya listrik PLTS lebih rendah dibandingkan pembangkit diesel atau gas.

Program tersebut juga diproyeksikan menghemat penggunaan bbm diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu kilo liter per tahun khusus di Bali.

“Proyek PLTS 100 GWp juga berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif (3,5 juta di industri panel surya & BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi) dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun,” tutur Bahlil.

Target Besar

Presiden Prabowo Subianto yang ikut menyaksikan Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali ini, dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar target pembangunan energi surya tersebut.

Menurut presiden, pembangunan 100 GWp energi surya menjadi target besar yang harus didukung melalui kerja sama kementerian, BUMN, dan berbagai pihak terkait.

“Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun,” tegas Presiden Prabowo. (*)

Berita Lain

Seremoni groundbreaking Sekolah Merah Putih di Rempang. (Foto: Humas BP).

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland

25 September 2026
Kepala BP dan Wakilnya menghadiri acara groundbreaking Sekolah Merah Putih di Rempang. (Foto: Humas BP).

Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun: Rempang Siap Jadi Pusat Pendidikan Terpadu

24 September 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS