Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Kapal Giuseppe Garibaldi hibah dari Italia ini akan menjadi KRI Gajah Mada, kapal induk pertama milik TNI AL. (Foto: Ist./ seaforces.org).

ITS Garibaldi Tinggalkan Port Said, Biaya BBM Kapal Rp95,8 juta/Jam

29 Agustus 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Pantauan sinyal otomatis Automatic Identification System (AIS) via MarineTraffic pada Jumat, 28 Agustus 2026 mengonfirmasi, bahwa kapal induk helikopter eks ITS Giuseppe Garibaldi baru saja lepas sandar dari Port Said, Mesir, untuk melanjutkan pelayaran jarak jauh menuju Indonesia.

Dilansir indomiliter.com, pelayaran historis kapal perang berbobot mati 14.100 ton yang kelak dikukuhkan sebagai KRI Gajah Mada ini, menandai babak baru modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL. Namun, di balik manuver lintas samudera tersebut, perhatian para pengamat militer dan teknisi propulsi bahari, kini tertuju pada efisiensi operasional sistem pendorong utamanya, mengingat platform ini membawa profil mesin yang benar-benar asing dalam inventaris kapal tempur permukaan TNI AL.

KRI Gajah Mada hibah dari Italia ini dipastikan menjadi satu-satunya kapal tempur utama TNI AL, yang mengadopsi konfigurasi propulsi COGAC (Combined Gas Turbine and Gas Turbine). Sistem pendorong ini memadukan empat unit turbin gas General Electric LM2500 yang secara total sanggup menyemburkan daya puncak hingga 81.000 tenaga kuda (60 MW).

Berbasis Penerbangan

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Karakteristik mendasar dari turbin gas berbasis penerbangan (aeroderivative) adalah akselerasi responsif dan rasio daya terhadap bobot yang luar biasa tinggi, tetapi memiliki konsekuensi teknis pada tingkat konsumsi bahan bakar.

Berbeda dengan konfigurasi CODOG atau CODAD yang memadukan mesin diesel ekonomis untuk jelajah pelan, sistem COGAC murni mengandalkan turbin gas di segala rentang kecepatan.

Hal ini membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Marine Gas Oil (MGO) atau avtur pendorong berada di kisaran angka yang cukup tinggi meski kapal berlayar pada kecepatan ekonomis.

Berdasarkan data teknis operasional Angkatan Laut Italia (Marina Militare), konsumsi BBM ITS Garibaldi pada kecepatan jelajah sedang 15 knot mencapai rata-rata 6.145 liter per jam. Jika dikalkulasikan dengan estimasi harga BBM industri untuk alutsista militer di kisaran Rp15.600 per liter, maka kapal induk helikopter ini memerlukan alokasi anggaran BBM sekitar Rp95,8 juta untuk setiap satu jam pelayaran.

Dalam skenario pelayaran jelajah nonstop 24 jam pada kecepatan tersebut, konsumsi bahan bakar menembus angka 147.480 liter, yang setara dengan perkiraan pengeluaran harian sekitar Rp2,3 miliar untuk komponen BBM pendorong. Nilai konsumsi ini secara proporsional meningkat saat kapal dipacu pada kecepatan tempur 20 knot, di mana empat turbin gas membutuhkan hingga 14.581 liter per jam, atau memerlukan alokasi pendorong mendekati Rp227 juta per jam (setara Rp5,47 miliar per hari).

Kian Dinamis

Tantangan efisiensi operasional ini kian dinamis, saat KRI Gajah Mada mulai beroperasi penuh di wilayah perairan tropis Indonesia. Suhu udara dan kelembapan tinggi di kawasan khatulistiwa, secara teknis mengurangi kerapatan udara yang masuk ke ruang bakar turbin gas, yang berakibat pada penyesuaian efisiensi termal hingga 10–15 persen dibanding saat beroperasi di Laut Mediterania.

Dengan kalkulasi total biaya operasional tahunan yang diperkirakan mencapai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun jika berlayar aktif, pimpinan TNI AL diprediksi akan menerapkan doktrin penggelaran yang sangat terukur.

KRI Gajah Mada kemungkinan besar tidak diplot untuk patroli perairan rutin, melainkan difokuskan sebagai markas komando komposit (command ship), platform operasi amfibi terpadu, serta kapal rumah sakit pendukung bencana skala besar, pada momentum strategis nasional. (*)

Berita Lain

Barang bukti 2,6 ton methamphetamine (sabu cair) salah satu jenis narkoba di perlihatkan dalam konperensi pers di Dermaga Tanjung Uncang, Batam Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Ist./ dok.TNI AL).

2,6 Ton ‘Methamphetamine’ Gagal Diselundupkan di Laut Kepri

22 Agustus 2026
Panglima Koarmada RI, Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M.(tengah) didampingi Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla.,memberikan keterangan pers pengungkapan penyelundupan narkotika. (Foto: Ist./ wartapembaruan.co.id).

1,3 Ton Ketamine Ditemukan Dalam Kapal Berbendera Tanzania di Perairan Batam

10 Agustus 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS