Kejagung Kembali Periksa 5 Pegawai Bea Cukai Batam, Telusuri Aksi Para Tersangka

Kejagung Kembali Periksa 5 Pegawai Bea Cukai Batam, Telusuri Aksi Para Tersangka
Kejagung RI melakukan pemeriksaan terhadap lima pejabat Bea Cukai Batam. (Foto: Istimewa)
Mari Berbagi


HMSTimes.com, Batam – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melalukan pemeriksaan terhadap 5 orang pegawai Bea dan Cukai Batam, Rabu, 1 Juli 2020.

Kelimanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tahun 2018-2020. Para pejabat Bea Cukai Batam yang menjalani pemeriksaan yakni Bambang Lusanto Gustomo, Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean dan Cukai (PFPC) II; Dodhie Hendra Kurniawan, Kepala Seksi Intelijen I; Afwadi, Pemeriksa Barang pada Sekai Pabean Cukai I; Handika Ramadhan, Pemeriksa Barang pada Seksi Pabean Cukai II dan Rizki Juliantara yang juga merupakan petugas pemeriksa barang.

“Penyidik butuh keterangan dari saksi-saksi ini sehingga dilakukan pemeriksaan hari ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono. Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap para saksi merupakan rangkaian penyidikan dalam kasus yang bermula dari tegahan 27 kontainer milik PT Flemings Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP) berisi tekstil premium di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2 Maret lalu.

Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang (komiditas dagang) dari luar negeri khususnya untuk tekstil dari India yang mempunyai pengecuali tertentu. “Penyidik ingin mengetahui mekanisme impor barang tekstil dari luar negeri khususnya India dengan barang impor lain itu seperti apa. Selain itu, pemeriksaan ini juga untuk mencari fakta yang dilakukan oleh para tersangka,” kata Hari.

Pemeriksaan para saksi ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan covid-19. Dalam pelaksanaannya, diatur jaga jarak antara saksi dan penyidik, penyidik yang menggunakan APD lengkap, dan para saksi juga diharuskan mencuci tangan menggunakan handsanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

BACA JUGA:  Seluruh Tim Redaksi dan Kru Media HMSTimes.com Mengucapkan Marhaban ya Ramadhan

(ayn)


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com