Manajemen Hotel Green Rose, Kangkangi UU No 13 Tahun 2003

Manajemen Hotel Green Rose, Kangkangi UU No 13 Tahun 2003
Kontrak kerja salah satu karyawan Hotel Green Rose, Batam
Mari Berbagi


HMSTimes.com, BATAM– Masalah ketenagakerjaan di Hotel Green Rose, beralamat Sungai Panas, Kec. Batam Kota, Kota Batam, yang tidak sesuai dengan Undang- undang no 13 tahun 2003, tentang ketenagakerjaan, banyak dikeluhkan oleh karyawan maupun mantan karyawan hotel tersebut.

TR Salah satunya, mantan karyawan yang bekerja selama 6 bulan di Hotel tersebut dengan posisi sebagai Bartender, menceritakan bahwasanya, selama bekerja gajinya dibawah UMK kota Batam dan lembur tidak dibayar.

“gaji saya,  kontrak pertama selama 3 bulan, 2 juta, kemudian  kontrak ke dua 2,5 juta tanpa ada tunjangan apa-apa ditambah lagi BPJS tidak dapat,”katanya via telpon, Sabtu (23/5/2020)

Slip gaji, bukti gaji dibawah UMK Batam

Menurutnya selain gajinya dibawah UMK mereka diwajibkan kerja selama 12 jam perhari, padahal sesuai kontrak yang ditandatangi disebutkan jam wajib kerja 10 jam.

” sistem kerjanya berubah-rubah aturannya, suka-suka mereka, kadang-kadang 10 jam, kadang 11 jam, padahal dikontrak itu tertulis 10 jam, kadang kita kerja 12 jam, dan sisa kerja tidak dihitung lembur, okelah kalau 1/2 jam gak apa-apa, anggaplah loyalitas, tapi kalau sudah lebih dari situ, kan itu bukan loyalitas lagi,” Bebernya

Dia menambahkan, belum lagi gaji mereka dipotong permenit jika telat masuk kerja.

” yang lebih anehnya kami disitu sistem finger print, telat kami datang  itukan dipotong permenitnya, tiba giliran kami lembur lewat dari waktu jam kerja, kami tidak dihitung berapa jam nya,”keluh TR.

TR menceritakan bahwasanya dulunya mereka di gaji 35 ribu perhari, kemudian naik 2 juta.

” untuk awal bang,  jaman kita dulu 35 ribu 1 hari, setelah itu 2 juta, kemudian naik-naik, itupun tak menentu tergantung mereka mau naikkan berapa,”cetusnya.

Hal tersebut sudah sering sekali mereka tanyakan kepada Supranto alias koko Owen, manajemen mereka, namun tidak pernah diindahkan.

BACA JUGA:  Hadirnya DPC Serikat Buruh Patriot Pancasila Natuna, Mitra Buruh Dan Pengusaha

” Sering ditanya keatasan kami  Supranto alias koko Owen, setiap di tanya, kadang direspon kadang nggak,  jawabanya hanya angin kosong aja, angin sorga aja. Selama disana tidak ada juga perkembangan, omongan mereka hanya formalitas aja mau di naikkan, ujarnya.

Dia mengharapkan kepekaan dari pemerintah dalam hal ini Dinas ketenagakerjaan kota Batam dan UPTD Ketenagakerjaan kota Batam, dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi karyawan Hotel Green Rose  saat ini,  sebagai regulator dalam menegakkan  Undang-undang no 13 tahun 2003.

“saya mengharapkan kepekaan dari Disnaker, terkait masalah yang dihadapi karyawan Hotel Green Rose yang tenaganya diperas, sementara hak normasifnya tidak sesuai dengan UU, agar praktek-praktek menyengsarakan karyawan ini tidak terulang lagi,”harapnya.

Selain uraian diatas kata TR, masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan yang ada di Hotel itu,tutupnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Teo Huay Siong (Louda) owner Hotel Green Rose via WhatsApp, dia memilih bungkam.

(Gg)

 

Berita Terkait:

BACA JUGA:  Babinsa Kecamatan Bunguran Timur Laut Gelar Pengawasan Suasana Pelaksanaan Pembagian Zakat


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com