Pasar Kaget Melati Sudah Normal

Pasar Kaget Melati Sudah Normal
Seorang Pembeli dipasar Kaget Kaling Melati, Sagulung (Han)
Mari Berbagi


HMSTimes.com, BATAM – Pedagang sayur-mayur, ikan basah, serta pedagang pakaian bekas terlihat sibuk melayani para pembeli yang sedang memilih-milih dagangan mereka.  Konsumen lain tampak sedang berjalan di gang kecil di antara tenda-tenda pedagang, sambil membawa barang hasil belanja, di Pasar Melati, Sei Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Batam, Jumat 5 Juni 2020.

Sejak adanya wabah Covid-19, pedagang pakaian bekas di pasar kaget salah satu yang pertama merasakan dampak merosotnya perekonomian. Sebelum Covid-19 dikabarkan mewabah di Batam, pengusaha pakaian bekas sudah tidak dibolehkan membawa pakaian bekas dari Singapore. Sehingga pedagang hanya menjual pakaian yang dibeli dari Singapore sebelum mencuatnya virus Corona.

Seiring merebaknya wabah Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan sosial distance serta melarang adanya pusat-pusat keramaian.  Perekonomian di berbagai sektor pun mulai terasa merosot. Tidak terkecuali pedagang pakaian bekas yang mulai dibatasi berjualan di pasar kaget, bahkan beberapa pasar kaget terpaksa tutup. Sama seperti pasar atau tempat usaha lainnya yang juga ditutup demi mencegah penyebaran Covid-19.

Selama pendemi  banyak pedagang pasar kaget yang terpaksa memberhentikan pekerjanya karena tak mampu lagi untuk memberi upah karena tidak lagi berjualan di pasar kaget. Tidak sedikit juga pedagang yang mencari kegiatan lain untuk mendapatkan penghasilan. Ada yang jual makanan, tukang bangunan, hingga mencari barang rongsokan. Namun banyak juga yang tetap berjualan melalui jasa online.

Seorang pengusaha pakaian bekas di Batu Aji, sebelum Covid-19 ia tiga kali seminggu masuk Singapore untuk belanja pakaian. Terpaksa memberhentikan dua orang pekerjanya yang selama ini ia beri gaji bulanan untuk menjual pakaian di pasar kaget. Sedangkan si pengusaha mencari penghasilan dengan cara berjual makanan melalui online.

BACA JUGA:  Di Tengah Pandemi Covid-19, Investasi di Batam Tetap pada Tren Positif

Selama kurang-lebih tiga bulan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tidak bisa dipungkiri kalau perekonomian masyarakat Batam pun merosot tajam.

Untuk memulihkan perekonomian dengan tetap berstatus PSBB adalah hal yang bertolak belakang. Sehingga PSBB harus diperlonggar demi kebaikan ekonomi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan sebutan New Normal. Beraktivitas kembali dengan normal seperti biasa dengan tetap menjaga dan waspada agar tidak terjadi penyebaran virus corona.

Keadaan itulah yang mulai terlihat di Pasar Melati Kecamatan Sagulung. Banyaknya pedagang dan ramainya konsumen telah menunjukkan kondisi new normal.

Pak Vander Sitinjak, akrap disapa Pak Tinjak,  salah seorang pedagang pakaian bekas yang ditemui HMSTime’s di pasar Melati, sangat berharap aktivitas masyarakat di Batam normal kembali. Tidak hanya berjualan melainkan pedagang bisa lagi berbelanja ke Singapore. Sebab, menurut Pak Tinjak, saat ini sejumlah pedagang pakaian bekas di pasar kaget kesulitan mendapatkan barang dagangan.

“Saat ini lumayanlah, mudah-mudahan begini seterusnya. Tapi sekarang barang susah didapat, karena belum ada barang yang masuk dari Singapore, kata Pak Tinjak.

Pasar kaget Melati beroperasi dua kali dalam seminggu, hari Selasa dan Jumat selama setengah hari.  Mulai pagi hingga siang hari. Menjelang pukul 12.00 pedagang sudah menutup mengemas barang-barang dagangan mereka dan menutup tenda lipat biru yang mereka pakai sebagai tempat berjualan.

(Han)

Berita Terkait:

BACA JUGA:  Saidir : Perlunya Natuna Mengevaluasi Pertumbuhan Ekonomi Disektor Perkapalan


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com