Ratusan Mikol dan Rokok Ilegal Jaenal Jae Dimusnahkan

Ratusan Mikol dan Rokok Ilegal Jaenal Jae Dimusnahkan
Pemusnahan Ratusan minuman beralkohol dan rokok ilegal, oleh Kejaksaan Negeri Batam, Rabu, 1 Juli 2020. (Foto: HMSTimes)
Mari Berbagi


HMSTimes.com, Batam – Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PBBBR) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, memusnahkan ratusan botol minuman beralkohol (mikol) dari berbagai merek dan rokok ilegal, Rabu, 1 Juli 2020, di kawasan PT Desa Air Cargo, Kabil, Nongsa. Ratusan mikol dan rokok ilegal ini merupakan barang bukti dari terdakwa, Jaenal Jae.

Kepala Seksi PBBBR Kejari Batam, Dicky Zaharuddin mengatakan, pemusnahan terhadap barang bukti tersebut dilakukan setelah perkara yang menjerat Jaenal Jae telah memiliki kekuatan hukum tetap. “Karena perkaranya sudah inkrah, maka dilakukan putusan pengadilan di mana barang bukti harus dimusnahkan,” kata Dicky.

Putusan terkait pemusnahan barang bukti tersebut tertuang dalam Putusan PN Batam No.278/Pid.Sus/2020/PN. Batam, tanggal 22 Juni 2020. Pada putusan itu disebutkan, minuman beralkohol sebanyak 670 karton dan 50 slop rokok ilegal merk Rave senilai total Rp3 miliar harus dimusnahkan.

“Untuk terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp 11.270.514.242, subsidair 6 bulan kurungan,” kata Dicky lagi.

Pelaksanaan pemusnahan barang bukti ini dihadiri oleh para jaksa, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Batam, perwakilan Pemeritah Kota (Pemko) Batam, perwakilan Bea Cukai Batam dan Manager Opersional PT DACB. Pada pelaksanaannya, ratusan botol minuman keras dan rokok ilegal tersebut dimasukkan ke mesin press.

Sebelumnya, kasus Jaenal Jae ini bermula dari penggrebekan gudang minuman alkohol dan rokok di Komplek Pergudangan Villa Mas Blok A13 nomor 4 Sungai Panas, pada Februari lalu oleh Bea Cukai Batam. Jaenal Jae yang diperiksa di persidangan mengaku mendapat rokok dan mikol tersebut dari seseorang bernama Lim.

Disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mega Tri Astuti. “Dia bilang, barang itu punya dia. Dia dapat dari seseorang bernama Lim,” kata Mega Tri Astuti beberapa waktu lalu. Mega menjelaskan, sebelum memeriksa terdakwa, ia juga telah menghadirkan seluruh saksi ke persidangan. Bahkan, Mega juga menghadirkan ahli untuk dimintai pendapat yang dihadapkan di persidangan.

BACA JUGA:  Alat Berat Dikerahkan Pada Giat TMMD ke 107 Kodim 0315/Bintan

“Ahli juga sudah kita hadirkan. Ahli mengatakan bahwa barang yang belum dilengkapi dengan pita cukai berarti belum melalukan pembayaran cukai sehingga menimbulkan kerugian negara,” terang Mega.

Sementara itu, saat ditanyakan terkait status Lim ataupun adanya nama lain yang mungkin disebutkan terdakwa dalam persidangan, Mega mengatakan bahwa Jaenal Jae hanya menyebut satu nama, yakni Lim. “Lim sudah berstatus DPO,” kata Mega.

 

(ayn)


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com