SMP Muhammadiyah 1 Batam Memaksimalkan Belajar Jarak Jauh Pakai WhatsApp

SMP Muhammadiyah 1 Batam Memaksimalkan Belajar Jarak Jauh Pakai WhatsApp
Lailatun Niswan, Saat diwawancai oleh Wartawan HMSTimes.com, (foto: Hans Gultom)
Mari Berbagi


HMSTimes.com, BATAM- Belajar jarak jauh untuk siswa masih terus berlangsung pada tahun ajaran baru mulai 13 Juli mendatang meski bisa terjadi perubahan, tergantung situasi. Apakah covid-19 masih terus mengancam atau mulai reda, pihak sekolah belum memastikan, namun harus tetap siap untuk melakukan belajar jarak jauh atau sistem sosial distance (mengatur jarak duduk siswa di kelas).

SMP Muhammadiyah 1 Batam juga sudah sempat mempersiapkan seandainya kebijakan itu ditetapkan pemerintah.

Salah satu sekolah yang didatangi wartawan HMSTimes.com di Batam, SMP Muhammadiyah 1 Batam, Jalan Prof. Hamka No. 3, Baru Aji, Batam, Kepulauan Riau, tengah merencanakan cara memaksimalkan proses belajar jarak jauh atau mengajar secara online. Mulai dari mempermudah komunikasi dengan siswa, cara penyampaian materi pelajaran, cara pemberian tugas, hingga pengawasan pada siswa. Bahkan pihak Yayasan telah mempersiapkan pemberian penghargaan kepada orang tua murid yang aktif mengawasi anaknya saat belajar di rumah.

Selama proses belajar-mengajar lewat online pada semester lalu, siswa dan guru menggunakan aplikasi grup WhatsApp, karena banyak orang tua siswa yang kesulitan  menggunakan e-learning atau sejenisnya. Sedangkan grup WhatsApp rata-rata orang tua siswa sudah bisa mengoperasikan. Orang tua siswa harus juga tahu tentang aplikasi itu supaya bisa mengawasi anaknya dengan baik. Namun ke depannya, jika masih terus belajar melalui online, siswa dan orang tua akan diajarkan menggunakan aplikasi yang lebih komplet.

Demikian dijelaskan oleh Lailatun Niswa, S.Pd., guru yang ditemui HMSTimes.com di kantor SMP Muhammadiyah 1 Batam, 24 Juni 2020.

Dia mengatakan setiap guru membuat grup sesuai bidang studi yang diajarkan. Guru mengirimkan materi pelajaran lalu dibagikan ke grup, difoto menjadi kecil lalu di-share dilengkapi dengan rekaman suara berisi penjelasan.

BACA JUGA:  Bupati Natuna di Kegiatan 3040 Paket Sembako Sumbangan SKK Migas dan Bank Riau Kepri

Untuk materi pelajaran tertentu guru mengirim video agar siswa lebih bisa memahami, misalnya bidang studi keterampilan. Guru harus menyampaikan melalui video, tidak cukup hanya rekaman suara. Selanjutnya siswa juga harus meng-upload ke grup apa yang ia pelajari sesuai materi dari guru. Proses interaksi antara siswa dan guru secara online itu sesuai dengan mata pelajaran setiap hari selama jam belajar berlangsung.

Selama siswa belajar online dari rumah, tidak sedikit pendapat yang muncul, “tugas guru lebih santai.” Namun tidak demikian halnya bagi guru SMP Muhammadiyah 1 Batam. Justru menurut mereka, mengajar siswa melalui online itu lebih sulit ketimbang mengajar di kelas, terutama dalam hal mengontrol cara siswa belajar, apalagi kalau orang tua kurang aktif mengawasi anaknya saat belajar. Misalnya, saat guru mengumpulkan tugas siswa, dengan mudah siswa kadang memberi alasan “kuotanya lagi habis.” Sangat berbeda dengan belajar di kelas, guru bisa mengetahui mana siswa yang kesulitan mengerjakan tugas, soal-soal pelajaran.

Ada juga mata pelajaran yang tidak bisa secara utuh diajarkan lewat online, seperti praktik pendidikan olah raga. “Mata pelajaran penjas, kita lebih pada pelajaran teori. Untuk praktik memang agak sulit. Misalnya, bermain tenis meja, tidak semua siswa memiliki tenis meja,” katanya.

Peranan orang tua sangat diperlukan selama siswa belajar online dari rumah. Karena itu, pihak Yayasan Muhammadiyah akan memberikan penghargaan kepada orang tua murid yang paling aktif mengawasi dan membimbing anaknya saat belajar online di rumah.

Lailatun Niswa mengakui bahwa pemerintah sempat mewacanakan belajar di kelas dengan mengatur jarak tempat duduk tiap siswa, dengan jumlah murid tiap kelas dikurangi. Namun, ruang kelas tentunya tidak lagi cukup menampung siswa sebagaimana sebelumnya.

BACA JUGA:  Buka Puasa Bersama Dan Rekonsiliasi Daerah Pasca Pemilu 2019 di Kabupaten Kayong Utara

Saat ini SMP Muhammadiyah 1 Batam sedang melaksanakan penerimaan siswa baru. Lebih dari empat puluh siswa telah mendaftar. Pihak sekolah memberi keringanan pada orang tua siswa, terlebih di tengah ekonomi yang semakin sulit karena situasi pandemi covid-19. Pendaftaran dibagi tiga tahap dan saat ini adalah gelombang kedua. Siswa yang mendaftar di gelombang pertama dan kedua tidak dibebani uang pembangunan.

[Hans Gultom]


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com