Wajib Masker Keluar Rumah, di Tanjungpinang Belum Maksimal

Wajib Masker Keluar Rumah, di Tanjungpinang Belum Maksimal
Mari Berbagi


HMSTimes.com, TANJUNGPINANG — Pasca Covid-19 penggunaan masker, kini diwajibkan oleh Pemerintah Indonesia. Masker yang semula hanya dipakai pada orang kurang sehat di tengah pandemi dan petugas medis penanganan pasien Covid-19, kini dihimbau untuk digunakan pada siapapun manusianya yang hendak berpergian ke luar rumah.

Di Tanjungpinang, berdasarkan pantauan HMSTimes.com Rabu (8/4/2020) di lapangan, terlihat masih banyak masyarakat Tanjungpinang yang keluar rumah tidak menggunakan masker.

Kebijakan Presiden RI Joko Widodo, menggunakan masker pada saat pergi keluar rumah, yang secara resmi disampaikan melalui juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di konferensi pers, Minggu (5/4/2020) silam, implementasinya di lapangan tidak semua masyarakat mengikuti.

“Bukan kita tak mau gunakan masker bang keluar rumah, karena saat ini masker bisa dikatakan langka di Tanjungpinang.” ujar Imron, salah satu warga Tanjungpinang ketika diwawancara di seputaran Transito, Tanjungpinang.

Imron juga menyampaikan keluhannya terkait langkah yang dilakukan pemerintah tangani Covid-19 yang tidak disertai solusi maupun ketersediaan masker.

“Sudah harganya tinggi, barang juga langkah di sini bang. Harusnya pemerintah cukupkan dan sediakan terlebih dahulu.” tutupnya.

Ini perlu manjadi perhatian dan tindak lanjut oleh pemerintah. Bukan hanya sekedar penyampaian saat ini pemerintah tengah mempersiapkan kebutuhan masker dalam negeri, namun di lapangan belum terealisasi.

Di tempat terpisah, Hendra Jaya, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Ketika ditemui Hmstimes.com di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang mengatakan penuhi ketersediaan masker langkah pertama.

Kenapa demikian? Karena ketika membuat suatu kebijakan tentunya sejalan dengan apa yang di implementasikan.

“Saat ini, di kota Tanjungpinang ketersediaan masker sudah langka. Selain langka juga harga yang tinggi.” ujarnya.

Apalagi penyebaran Corona Virus Disease 2019 sudah menjadi darurat bencana nasional bahkan mendunia yang setiap harinya angka kematian bertambah, masyarakat tentunya lebih waspada dan antisipasi diri.

“Tidak menutup suatu kemungkinan harga masker yang tinggi pastinya akan mereka beli disituasi saat ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ketersediaan masker di Tanjungpinang sudah memadai?” terangnya.

Kemana masyarakat bisa mendapatkan masker tersebut dengan mudah.

“Situasi saat ini, ada baiknya dalam penyediaan masker di Tanjungpinang pemerintah daerah campur tangan.” pintanya.

Jadi intinya saya yakin masyarakat Tanjungpinang, secara garis besar bukan tidak mau menggunakan masker. Melainkan ketersediaan masker di Tanjungpinang yang masih langka.

“Bisa saja engan memperdayakan PKK dan memperdayakan penjahat lokal dalam penyediaan masker kain bisa menjadi solusi tak menunggu impor dari luar daerah. Dengan demikian terbantu usaha kecil secara tidak langsung.” tutupnya.

(simon.STp)

BACA JUGA:  Jamaah Tabligh Asal India di Batam Positif Corona

Berita Terkait:


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com